Tari Maengket dalam Perspektif Teologi Kontekstual Abraham Kuyper
Abstract
Abstract
Maengket dance is a traditional Minahasan dance that reflects social, cultural, and theological dimensions, but its meaning has recently begun to shift and is often viewed merely as an entertainment dance. Therefore, this study aims to examine the contextual theological meanings in Maengket dance based on the thoughts of Abraham Kuyper, who emphasizes that every culture is the sovereignty of God and makes culture a tool to glorify God. This research also employs a descriptive qualitative research method using techniques of observation, interviews, documentation, and literature study. Thus, the research results indicate that Maengket dance contains Christian values such as gratitude, togetherness, cooperation, and love that reflect God's goodness. Consequently, Maengket dance becomes a means of revitalizing faith development, spiritual education, and the development of contextual theology based on Minahasan culture.
Abstrak
Tari Maengket merupakan tarian tradisional Minahasa yang mencerminkan dimensi sosial, budaya dan teologis, namun kini maknanya mulai bergeser dan seringkali dipandang sebagai tarian hiburan semata. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan teologis yang kontekstual dalam Tari Maengket berdasarkan pendekatan pemikiran Abraham Kuyper yang menegaskan bahwa setiap kebudayaan merupakan kedaulatan Allah dan menjadikan kebudayaan sebagai alat untuk memuliakan Allah. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Maengket mengandung nilai-nilai Kristen seperti rasa syukur, kebersamanaan, kerja sama serta cinta kasih yang merefleksikan kebaikan Tuhan. Dengan demikian Tari Maengket menjadi sarana revitalisasi pembinaan iman, edukasi spiritual dan pengembangan teologi kontekstual berbasis budaya Minahasa.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Agnes B. J. Raintung dan Daniel Susanto. “‘Si Tou Timou Tumou Tou’: Berteologi Pastoral Keluarga Dalam Konteks Budaya Minahasa Di Tengah Perubahan Zaman.” ResearchGate, 22 Oktober 2024. https://doi.org/10.51667/pjpk.v2i1.592.
Agnes Relly Poluan, Nency Aprilia Heydemans, dan Alon Mandimpu Nainggolan. “Sakralitas Tari Maengket Dalam Perspektif Teologi Kontekstual.” Pasca : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 18, no. 1 (30 Mei 2022): 105–17. https://doi.org/10.46494/psc.v18i1.191.
Agustina Hutagalung, Benny Christian Hutabara, Anton Sitorus, Ratna Saragih, dan Arif Sitompu. “Kebudayaan dalam Pandangan Iman Kristen” 2 (2025). https://doi.org/10.61132/berkat.v2i1.260.
David Eko Setiawan. “Menjembatani Injil Dan Budaya Dalam Misi Melalui Metode Kontektualisasi.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. 2 (18 Desember 2020): 160–80. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.132.
Gregor Neonbasu. Kebudayaan: Sebuah Agenda (Dalam Bingkai Pulau Timor Dan Sekitarnya). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2013.
Indra Tjahyadi, Hosnol Wafa, dan Moh. Zamroni. Kajian Budaya Lokal. Lamongan: Pagan Press, 2019.
Johana R. Tangirerung. Berteologi Melalui Simbol-Simbol: Upaya Mengungkapkan Makna Injil Dalam Ukiran Toraja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Kun Maryati dan Juju Suryawati. Sosiologi. Jakarta: Esis, t.t.
Martin Elvis. “Penerapan Teologi dalam Kebudayaan.” Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) 7, no. 2 (8 Juni 2018): 201–216.
Maswita. Antropologi Budaya. Jawa Barat: Guepedia, 2021.
Mercy Marcella Tumurang. “Fungsi Tari Maengket Di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.” Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2017. http://lib.isi.ac.id.
Muriwali Yanto Matalu. Abraham Kuyper: Kristus Raja Segala Bidang. Gerakan Kebangunan Kristen Reformed, t.t.
Novi Siti Kussuji Indrastuti. “Representasi Unsur Budaya Dalam Cerita Rakyat Indonesia: Kajian Terhadap Status Sosial Dan Kebudayaan Masyarakat.” Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJSSH) 3, no. 3 (13 Juli 2018): 189–99. https://doi.org/10.47405/mjssh.v3i3.124.
Rahmat Kusherdyana. “Pengertian Budaya, Lintas Budaya, Dan Teori Yang Melandasi Lintas Budaya.” Pemahaman Lintas Budaya SPAR4103/Modul 1, no. 1 (2020): 1–63.
Tedi Sutardi. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. Bandung: PT Setia Purna Inves, 2007.
DOI: https://doi.org/10.54553/kharisma.v6i2.340
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_(1).png)
_(1).jpg)









